Di sana kau tertawa…………
Di sana kau terbahak……….
Bersama teman –teman kau bercanda
Wajah ceria, riangnya tawa terpancar jelas di balik kerudungmu.
Terselip senyum manis dibahak tawamu
Tercecer wajah ayumu di riang tawamu
Tahukah kamu……………..?
Tahukah dirimu……………?
Di sini, di sudut ruangan ini
Aku diam membisu menikmati ceriamu
Berharap kau akan tahu bahwa saying tercurah padamu
Ku nikmati ceria gelak tawamu dalam sepi sudutku
Tahukah kamu akan hal itu…..?
Karanganyar, jika mendengar kata itu, mungkin sebuah Kabupaten di Jawa Tengah-lah yang terlntas di otak kita, atau bahkan tak terbayang apapun di otak kita. Hal itu dikarenakan kita tidak mengetahui atau tidak pernah mendengar kata itu. Namun jika memang Karanganyar yang ada di jawa tengah yang anda pikirkan, mungkin itu tidak bisa disalahkan, namun maksud saya bukan itu.

Karanganyar, itulah nama sebuah Desa kecil yang berada di Kecamatan Pule abupaten Trenggalek. Desa yang dulu merupakan Desa yang tertinggal kini mulai merangkak bergerak untuk maju. Kehidupan masyarakatnya sangat menjunjung tinggi kekeluargaan.Seandainya ita tahu bahwa di Desa ini berlaku sistem saling Bantu (membantu orang lain tanpa dibayar, namun sebagai gantinya orang yang kita Bantu itu akan membantu kita sebaliknya). Hal itulah yang membuat kesehariaan masyarakat di Desa ini begitu akrab, aman, tentram, damai dan suasana yang tercipta begitu penuh keakraban dengan masyarakat satu dengan yang lainnya.
Desa ini memang jauh dari kehidupan perkotaan yang ramai dan selalu dipenihi dengan kesibukan masing –masing penghuninya. Maka dari itu angan kaget bila kita sempat singgah di Desa ini, karena pemandangan yang tampak alami selalu disuguhkan sejauh mata memandang. Bagi anda yang mugkin berkeinginan bertandang ke kota ini, ada jalur transportasi yang paling mudah untuk dilalui. Salah satu jalurnya adalah, dari arah manapun silahkan turun di terminal bus Trenggalek, kemudian silahkan naik becak menuju ke terminal colt yang akan membawa kita ke Kecamata Pule. Tetapi sangat saya sarankan, jangan sampaitiba diterminal ini lebih dari pukul 17 sore, karena biasanya jam– jam segitu sudah tidak ada lagi colt yang menuju jalur kita. Setelah sampai di terminal colt, langsung saja cari bus denagan jurusan pule. Colt itulah yang nanatinya menjadi kendaraan kita untuk mencapai Desa Karangganyar. Satu hal lagi yang saya tekankan, jangan sampai kaget kalau colt yang anda naiki selalu penuh denagn penumpang, dan terkadang kesannya memuat penumbang secara berbihan. Tapi memang itulah kenyataannya… Selamadiperjalanan colt ini akan selalu munaik – turunkan penumpang disepanjang perjalanBilanglah sopir atau keneknya kalau anda harus turun di Kasrepan, di tempat itulah kita harus turun dan coltnya akan melanjutkan jalanan. Untuk kendaraan selantunya kita bias menggunakan jasa ojek yang siap mengantar kita kita.Tukang ojek disini dapat dipastikan menegtahui alamat yang kita cari. Hal itu dikarenakan keakraban antar warga masyarakatnya terjalindengan begitu hangatnya.Jarak yang ± 6km lagiitu bia kita tempuh dengan jalan kaki saja (asal mau) ataupun dengan ojek tadi. Sepanjang jalanan yang kita lalui, kita bias menikmati sisa pemandangan alam yang napak alami yang belum sempat terjamah oleh tangan manusia. Setelah beberapa waktu kita berjalan, kita akan segera tiba di Desa Karanganyar. Sebagai tanda kita memasuki willayah Desa Karanganyar adlah ketika kita melewati sebauh portal bertuliskan “SELAMAT DATANG DI DESA KARANGANYAR”. Sebuah posterbesar bergambarkan Bapak Siswo Sasongko selaku Kepala Desa seolah tersenyum manis menyambut kedatangan kita. Welcome di Desa Karanganyar denagn seribu pesona alamnya, dengan keramahan penduduknya, dan juga dengan seribu potensi yang menunggu untuk digali.
Di waktu senja, Kamis 23 April
Di sudut kota ini, Trenggalek
Duduk termenung di sini, aku
Menggoreskan tinta ungkapan kerinduan.
Teringat aku senyum manismu
Siang tadi, canda tawamu saat bersama
Menari – nari indah kala ku bertandang ke rumahmu
Sempat kuabadikan dalam untaian penggalan kata ini
Mengetikah kamu akan hadirku?
Penawar rinduku padamu alas anku
Dalam goresan sastra
Kadungan api cinta dan genanagn lautan asmara
Terarah padamu
Kau yang tak mengerti akan hadirnya semua itu dariku
Tatanan kata yang tiada terkesan indah
Kejujuran aku curahkan
Getaran asmara yang terrajut
Tak sampai kau menerimanya
Walau takkan mamapu aku
Memasuki ruang hatimu
Izinkan aku menyayangimu
Jauh dalam asmara dan rasaku
Padamu kan abadi semua itu
Sebagai manusia, kita tidak berhak untuk berfikir, namun kita diwajibkan untuk selalu berfikir dan merenungkan peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Jadi berfikir bukanlah hak kita melainkan kewajiban kita. Sebenarnya, jika kita mau sedikit mengamati disetiap aktifitas yang iita lakukan, setiap kita mengawali hari ketika membuka mata terbangundari lelap, dalam setiap detik hidup kita, kita dapat menarik suatupelajaran dan mendapat pengalaman yang kadang kita tidak merasakan secara langsung. Kesadaran kita terhadap pengetahuan baru yang kita temukantidak kita rasakan, hal itu dikarenakan kita mengangap hal itu sepele. Hal seperti itulah yang sebenarnya, jika kita hindari dan kita mau memetik setiap pelajran, maka kita akan merasa lebih bersyukur kepada Allah SWT terhadap semua yang telah kita dapatkan.
Beberapa saat lalu saya membantu tetangga saya yang sedang memperbaiki rumahnya. Setelah saya renungkan, saya sadari bahwa dari saya membantu di rumahnya itu saya mendapatkan pengetahuan tentang teknnologi sederhana yang sering kita jumpai namun kita tak menyadari kalau hal itu merupan teknologi temuan manusia. Kalau kita melihat gambar di atas tentu kita akan berfiir seribu kali untuk menebak gambar apa itu. Dengan bentuk yang aneh dan nampaksederhana sekali. Alat itu tidak mempunyai nama yang sah, tetapi alat itu digunakan oleh masyarakat kita untuk memudahkan dalam membawa paku – paku yang di gunakan untuk memperbaiki rangka atap. Tentu saja rangka atap yang terbuat dari kayu. Bahan pembuatan alat itu sangat mudah kita temukan di sekitar kita. Terbuat dari pelepah pisang dengan ukuruan kurang lebih 30 cm yang kemudian ditancap-tancap paku. Hal itu memudahkan dalam memebawa paku agar tidak jatuh.
Manusia memang sangat kreatif. Masyarakat kita dulu sering menggunakan peralatan seperti itu dari dulu. Alat itu merupakan salah satu temuan yang sangat banyak dimanfaatkan oleh manusia. Namun sipakah penemunnya tidak pernah ada sejarah yang sempat mencatatnya. Namanya yang resmipun juga tidak pernah disebutkan, dilain daerahpun juga berbeda – beda orang menyebutnya. Begitulah kreatifnya masyarakat kita, namun para generasi kita pada masa sekarang ini sangat sulit untuk diajak kreatif. Teknologi seperti itu belum tentu kita bisa menemukan di Negara lain, lkarena itu merupakan temuan masyarakat kita. Namun kenapa tidak pernah dipatenkan?, bukankah itu suatu penemuan yang mendatangkan banyak manfaat?. Kita perlu berhati – hati loch, jangan sampai Malaysia tau dan mengklaim teknologi sederhana kita itu. Kita sama – sama tahu bahwa salah satu sifat Malaysia adalah suka mengklaim apa – apa milik kita yang kurang kita perhatikan. Maka Waspadalahh… waspadalah…..
Aku mungkin bukan teman yang “sempurna” yg kamu cari,
Bukan juga yg “terbaik” diantara semuanya
Tapi yang pasti aku adalah teman yang selalu ingat sama kamu
Aku ga brharap tuk menjadi orang yg terpanting dalam hidupmu..
karma itu permintaan yg terlalu besar bagiku..
Aku hanya berharap suatu saat nanti jika kau mlihatku..
kau akn trsenyum & brkata..
“Dia slalu menyayangiku…”
Jika kau bertanya padaku tentang apa yang kubenci saat ini
Itu adalah merindukanmu..
Sebab rindu tetaplah luka..
Dan jika kau bertanya padaku tentang hal yang dapat menyembuhkan luka ini? Adalah dirimu hadir dihadapku……
Kini ku sadari…..
Cinta yg sesungguh’a adalah…..
Ketika aku meneteskan air mata
Dan masih menunggu mu dgan setia di sini ..
Dan ketika kamu memiliki seseorang …
Aku akan tersenyum dan berkata …
“Aku turut berbahagia untukmu”